Hari ini idul adha, tak kudengar lama tentang dia yang
paling dalam tancapkan luka, namanya masih tertera di catatan diary ku Muhammad
Nasri, dibalik sebelum lembaran kisahnya masih tertera nama setiawan !
Iya aku memang sering menulis tentang kisahku..
Aku mulai intim lagi dengan keluargaku, aku anak pertama
adikku banyak.. 5 iya mereka seperti mahkluk yang diciptakan begitu saja kadang
membuat hari-hariku menjengkelkan !
Kita memang selalu mengadakan bakar-bakar sate kalau idul
adha, tawa-tawa menggeliat antara keluarga ini big family kataku.. bulan-bulan
ini aku memang banyak sekali di-pdkt-in orang lain, semuanya aku tolak ! aku
tak mau, aku tidak bisa, aku tak bahagia dijalan itu..
Biarlah begini mandiri, keluarga sederhana yang telah
membesarkan aku, banyak sekali yang terjadi akhir-akhir ini, kesalahan lagi
yang kudapat, harusnya aku menunda untuk kuliah dan tidak terlalu memaksakan
semuanya pada orang tuaku, tapi aku keras kepala aku bersikeras dan ingin masuk
tahun sekarang , iya aku nekad meski tanpa restu, aku menjamin aku akan membantu
pembiayaannya sendiri kataku waktu itu membentak iya, aku tidak bisa kontrol
disini semuanya emosi, lag-lagi Tuhan ampuni aku..
Alasanku simple, aku tak ingi ketinggalan.. aku perempuan !
Iya aku ingin sekali membahagiakan keluargaku tentu saja
namun dengan caraku sendiri, walau mereka tidak mengerti, siang itu digazebo
ketika kami menyantap sate hasil bakaran ayah, kudengar sura pesan singkat
disakuku..
Hmm tumben padahal semua orang sudah kujauhi, masih saja ada
yang berani sms huhh... sesaat kupandangi layar hp, ahh paling juga anak-anak..
kutekan open dan.. “gimana kabar kamu ? sehat?.., aku sadar hari-hari tanpamu
sepi, maafkan aku.. mungkin kamu sudah bahagia disana”
Perasaanku campur aduk bahagia dan sedikit sedih iya dia sms
lagi sekian lama begitu terakhir puisi yang kukirim isinya tiga bait tidak
mengundnag balasan, sekarang dia sendiri yang sms.. huhh..
Aku terlalu sulit melepaskan mimpiku bersamnya untuk hidup
kebih baik dahulu sempat begitu, bahkan kurasakan ! aku balas “
alhamdullih,kmu?.. yahh aku jugaa.. bahagia? Kukira kau yang bahagia ?”
Akhirny percakapan kita berlanjut saling jujur, di tidak
bisa hidup tanpaku.. akupun, iya tak kutahan kita balikan lagi huhh.. aku
berjanji pada diriku akan lebih baik.. ini saja sekali ini.. aku membuka hati !
Bulan-bulan berlalu aku dengannya mulai berubah , hidup ku
dan dia mulai tertata.. backstreet dan tanpa restu sebentar lagi pupus aku
terus berusaha mambujuk orangtuaku..
juga sikaf daia yang mulai membaik, aku senang akhirnya keluarnya pun
sangan menerima ku, selain hal-hal kecil yang kadang membuat kita pupus atau
jenuh, namun berusaha untuk menangkalnya, kisahku kembali mekar, namun
kebiasaan dan tabeatku tetap saja kadang ada, dan tentu saja sebuah hubungan
akan berujung tujuan , aku dan dia berencana dan berharap bisa menikah iya
menikah pencapaian utama !
Tentu saja aku senang dia ingin menikahiku.. lorangtuaku biasa saja, terlihat setuju dtapi
terlihat tak setuju, aku dasar mungkin orang tuaku tidak terima aku kuliah dan
sekarang harus menikah ditengah jalan meskipun itu hanya rencana, orang tuaku
seolah tidak rela dengan apa yang dia perjuangkan untukku, jika nanti akhrnya
aku han ya akan jadi milik orang lain, aku sadar aku paham, tapi beginilah
hakikat perempuan !
Aku tidak melupakan tujaunku ingin membahagiakan mereka
sungguh !
Aku merasa aku bisa melaukanya beriringan iya aku yakin,
tapi orang tuaku tak yakin, iya kami memang tidak mampu ke jalan manapun
dua-duanya mentok bagi mereka, menikahkan anaknya sangat sulit dengan keadaan
kita sekarang yang biasa saja, meneruskan kuliah juga berat ayah dan ibu sudah
kecewa dan tak sanggup lagi, aku bingung.. sementara harapanku didepan mata..
Setiap hari hanya pertengkaran
yang ada dirumah ini..
sambung...))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar