Senin, 16 Juni 2014

Dicoba part II

Hari ini idul adha, tak kudengar lama tentang dia yang paling dalam tancapkan luka, namanya masih tertera di catatan diary ku Muhammad Nasri, dibalik sebelum lembaran kisahnya masih tertera nama setiawan !
Iya aku memang sering menulis tentang kisahku..
Aku mulai intim lagi dengan keluargaku, aku anak pertama adikku banyak.. 5 iya mereka seperti mahkluk yang diciptakan begitu saja kadang membuat hari-hariku menjengkelkan !
Kita memang selalu mengadakan bakar-bakar sate kalau idul adha, tawa-tawa menggeliat antara keluarga ini big family kataku.. bulan-bulan ini aku memang banyak sekali di-pdkt-in orang lain, semuanya aku tolak ! aku tak mau, aku tidak bisa, aku tak bahagia dijalan itu..
Biarlah begini mandiri, keluarga sederhana yang telah membesarkan aku, banyak sekali yang terjadi akhir-akhir ini, kesalahan lagi yang kudapat, harusnya aku menunda untuk kuliah dan tidak terlalu memaksakan semuanya pada orang tuaku, tapi aku keras kepala aku bersikeras dan ingin masuk tahun sekarang , iya aku nekad meski tanpa restu, aku menjamin aku akan membantu pembiayaannya sendiri kataku waktu itu membentak iya, aku tidak bisa kontrol disini semuanya emosi, lag-lagi Tuhan ampuni aku..
Alasanku simple, aku tak ingi ketinggalan.. aku perempuan !
Iya aku ingin sekali membahagiakan keluargaku tentu saja namun dengan caraku sendiri, walau mereka tidak mengerti, siang itu digazebo ketika kami menyantap sate hasil bakaran ayah, kudengar sura pesan singkat disakuku..
Hmm tumben padahal semua orang sudah kujauhi, masih saja ada yang berani sms huhh... sesaat kupandangi layar hp, ahh paling juga anak-anak.. kutekan open dan.. “gimana kabar kamu ? sehat?.., aku sadar hari-hari tanpamu sepi, maafkan aku.. mungkin kamu sudah bahagia disana”
Perasaanku campur aduk bahagia dan sedikit sedih iya dia sms lagi sekian lama begitu terakhir puisi yang kukirim isinya tiga bait tidak mengundnag balasan, sekarang dia sendiri yang sms.. huhh..
Aku terlalu sulit melepaskan mimpiku bersamnya untuk hidup kebih baik dahulu sempat begitu, bahkan kurasakan ! aku balas “ alhamdullih,kmu?.. yahh aku jugaa.. bahagia? Kukira kau yang bahagia ?”
Akhirny percakapan kita berlanjut saling jujur, di tidak bisa hidup tanpaku.. akupun, iya tak kutahan kita balikan lagi huhh.. aku berjanji pada diriku akan lebih baik.. ini saja sekali ini.. aku membuka hati !
Bulan-bulan berlalu aku dengannya mulai berubah , hidup ku dan dia mulai tertata.. backstreet dan tanpa restu sebentar lagi pupus aku terus berusaha mambujuk orangtuaku..  juga sikaf daia yang mulai membaik, aku senang akhirnya keluarnya pun sangan menerima ku, selain hal-hal kecil yang kadang membuat kita pupus atau jenuh, namun berusaha untuk menangkalnya, kisahku kembali mekar, namun kebiasaan dan tabeatku tetap saja kadang ada, dan tentu saja sebuah hubungan akan berujung tujuan , aku dan dia berencana dan berharap bisa menikah iya menikah pencapaian utama !
Tentu saja aku senang dia ingin menikahiku..  lorangtuaku biasa saja, terlihat setuju dtapi terlihat tak setuju, aku dasar mungkin orang tuaku tidak terima aku kuliah dan sekarang harus menikah ditengah jalan meskipun itu hanya rencana, orang tuaku seolah tidak rela dengan apa yang dia perjuangkan untukku, jika nanti akhrnya aku han ya akan jadi milik orang lain, aku sadar aku paham, tapi beginilah hakikat perempuan !
Aku tidak melupakan tujaunku ingin membahagiakan mereka sungguh !
Aku merasa aku bisa melaukanya beriringan iya aku yakin, tapi orang tuaku tak yakin, iya kami memang tidak mampu ke jalan manapun dua-duanya mentok bagi mereka, menikahkan anaknya sangat sulit dengan keadaan kita sekarang yang biasa saja, meneruskan kuliah juga berat ayah dan ibu sudah kecewa dan tak sanggup lagi, aku bingung.. sementara harapanku didepan mata..
Setiap hari hanya pertengkaran yang ada dirumah ini..    

sambung...))                        



Tidak ada komentar:

Posting Komentar